PEMASARA KOPI BUBUK "YA-SAM"
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Kopi merupakan sejenis minuman yang
berasal dari proses pengolahan biji tanaman kopi. Kopi digolongkan ke dalam
famili Rubiaceae dengan genus Coffea.Secara umum kopi hanya memiliki dua
spesies yaitu Coffea arabica dan Coffea robusta (Saputra E., 2008). Hal ini karena
kopi telah memberikan sumbangan yang cukup
besar bagi devisa
negara, menjadiekspor non migas, selain itu dapat menjadi
penyedia lapangan
kerja dan sumber pendapatan bagi petani pekebun
kopi maupun bagi pelaku ekonomi
lainnya yang terlibat dalam
budidaya, pengolahan, maupun dalam mata rantai pemasaran. Terdapat dua
spesies tanamankopiyang
dikembangkan di Indonesia,yaitu
kopiarabikadan kopi robusta.
Kopi arabikamerupakan
jeniskopi tradisional, dianggap paling enak rasanya, dankopi robustayangmemiliki kafeinlebih
tinggi, dapat dikembangkan dalam lingkungan dimana kopiarabika
tidakdapat tumbuh, dengan rasayangpahit dan asam(Anonim, 2009). Indonesia adalah salah satu Negara penghasil
kopi dunia terutamanya adalah jenis kopi robusta, yang mana sebagian besarnya
ada di sepanjang pulau Sumatera. Data pada tahun 2007 menunjukkan bahwa luas
areal tanaman kopi di seluruh Indonesia adalah sekitar 1.302 juta ha, dan
sebagian besar daripadanya (95.96%) diusahakan
oleh perkebunan rakyat, sisanya sebesar 4.04% diusahakan oleh
perkebunan besar. Perkebunan kopi
sebagian besarnya adalah jenis kopi robusta seluas 1.199.557 ha (91.5%) dan
tanaman kopi arabika seluas 110.486 h (8.95%), yang tersebar meluas hampir di seluruh
kepulauan Indonesia. Penyebarannya adalah sebagai berikut: pulau Sumatera
sebesar 671,4 ribu hektar (60%), pulau Jawa sebesar 14%, pulau Sulawesi sebesar
12%, pulau Nusa Tenggara sebesar 10%, dan pulau Kalimantan sebesar 3%
Proses
Pemasaran Kopi bubuk setelah kopi di produksi di Desa bocek dan di
kemas dalam plastik dengan berbagai ukuran dari yang ukuran 1 ons sampai dengan 1 kg kemudian langsung
menjual kepasar karangploso dan ada juga sebagian masyarakat atau agen yang
langsung beli di home industri untuk menjual lagi ke konsumen dan juga salesman atau planggan yang pesan lewat telepon atau sms sehingga para pekerja
atau pegawai industri kopi bubuk tinggal antar kerumah yang pesan atau para langganan tersebut.
Industri
kopi bubuk "Ya-Sam” berdiri sejak tahun 2000.
terletak di Desa Bocek kecamatan karangploso. Dirintis oleh Bapak H.M Sulhan
sejak tahun 2000. Kata “Ya-Sam” di ambil dari nama Bapak H.sulhan itu sendiri yang mempunyai industri kopi bubuk “Ya-Sam”
tersebut. Industry kopi bubuk “Ya-Sam” memproduksi kopi bubuk dengan bahan dasarnya
kopi. Industri kopi bubuk “Ya-Sam” bekerja sama dengan Gunung kawi sehingga
membuat bahan baku dari kopi mudah untuk diperoleh karena gunung kawi mempunyai
perkebunan kopi sendiri serta bekerja sama dengan para petani disekitar gunung
kawi sehingga stoknya selalu ada. Lokasi
perusahaan terletak di Desa Bocek kecamatan karangploso kabupaten
malang,
perusahaan jauh dari bahan baku sehingga untuk memperoleh bahan baku harus pesan
dahulu. Skala industri Industri kopi bubuk “Ya-Sam” di katakan industri skala
menengah karena produksi kopi bubuk yang di hasilkan oleh industri kopi bubuk
“Ya-Sam” masih sedikit sehingga pendapatan yang di hasilkan oleh industri kopi
bubuk “Ya-Sam” dalam sehari kurang lebih
satu juta. Kapasitas mesin
penggoreng kopi industri
kopi bubuk “Ya-Sam” . 40 kg dan dalam sehari industri kopi bubuk “Ya-Sam”
mampuh menggoreng kopi tiga kali dalam waktu 6 jam dari jam 13:00 sampai jam
18:00.
Sehingga mendapatkan kopi bubuk
120 kg per hari.
Adapun
tujuan dari Praktek Kerja Lapang antara lain :
1. Mengetahui
proses produksi kopi bubuk “Ya-Sam” di Desa Bocek Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.
2. mengetahui proses pemasaran kopi
bubuk dan kendala pemasaran kopi bubuk “Ya-Sam” di desa bocek, kecamatan
karangploso kabupaten malang.
Adapun manfaat dari Praktek Kerja
Lapang antara lain :
1. Bagi
perusahaan
Sebagai bahan
refrensi dan masukan bagi industri kopi bubuk “Ya-Sam” dalam mengambil kebijakan
pemasaran.
2. Bagi
universitas
Sebagai refrensi
atau panduan bagi mahasiswa tribhuwana tunggadewi malang untuk menyusun laporan
pkl khususnya pada pemasaran kopi bubuk
3. Bagi
penulis
bisa mengetahui proses
pemasaran kopi bubuk, serta dapat memberikan nilai lebih dalam membuka usaha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar